Ada Ledakan Kenaikan Tarif Listrik, Ke Mana Anda Musti Mengadu?

Kurangnya informasi yang diberikan PLN kepada konsumen menyebabkan terjadinya ledakan keluhan dari konsumen.

JAKARTA – Sejumlah pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengeluhkan tagihan listrik yang naik drastis saat situasi work from home akibat pandemi Covid-19. Mereka kecewa dengan PLN lantaran kenaikan harga tersebut.

Termasuk Rere Wulandari, warga Jakarta Selatan. Ia tak tahu harus berbuat apa ketika terjadi kenaikan tarif listrik. Pasalnya, kenaikan tarif itu, kata dia, naik hingga lima kali lipat dari biasanya di tengah pandemi Covid-19.

Kejadian tersebut berlangsung tepat di tengah masa pandemi Covid-19, saat kegiatan di sanggar budaya Wulangreh yang ia kelola berkurang hingga 90 persen. Bahkan, hampir tak ada aktivitas kebudayaan di situ.

“Bulan lalu tagihannya Rp600 ribu sekian, sekarang jadi Rp2,5 juta,” kata Rere, 32 tahun, dilansir Koran Tempo, Kamis (18/6/2020).

Sebelum masa pandemi, sanggar selalu penuh kegiatan sejak Kamis hingga Ahad, dari kelas menari, melukis, hingga membatik. Setiap anggota sanggar yang datang tak jarang sambil mengisi ulang daya baterai, menggunakan air, dan lain-lain.

Sejak masa pandemi sekitar pertengahan Maret, aktivitas seperti itu sudah menghilang. Ia berujar, hanya ada angka tagihan total dan berapa jumlah daya yang dipakai ketika melihat rekapitulasi tagihan.

“Terakhir kali saya telepon, total tagihan seharusnya Rp4,3 juta. Lalu, ada pemotongan jadi Rp2,5 juta,” ujarnya. Atas dasar itulah, ia mengaku kecewa atas layanan PLN.

Tak hanya Rere yang mendapat hal tersebut. Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Ardiansyah Parman, mengatakan bahwa masalah Rere itu merupakan satu dari ribuan keluhan pelanggan terhadap PLN.

Menurutnya, kurangnya informasi yang diberikan PLN kepada konsumen menyebabkan terjadinya ledakan keluhan dari konsumen. Kondisi tersebut diperparah oleh situasi di lapangan setelah 14 juta dari 79 juta meteran listrik diperkirakan kadaluwarsa.

Ardiansyah mengatakan bahwa PLN telah menyiapkan mekanisme bagi pelanggan yang merasa menerima tagihan tak wajar. Aduan tersebut bisa disampaikan melalui website pln.co.id atau berkirim pesan elektronik WhatsApp (WA) 0812-2123-123.

Ia mengusulkan agar PLN memberi rekapitulasi tagihan listrik kepada konsumen agar tidak ada praduga yang berujung kecurigaan.

“Supaya konsumen juga melihat berapa daya mereka gunakan. Rekapitulasi Januari-Juni sekalian saja diberikan melalui billing system,” ujarnya.

Dengan memberi rekapitulasi tersebut bila konsumen kelebihan bayar, kelebihan tersebut bisa dikompensasi untuk pembayaran bulan selanjutnya. Baginya, PLN harus bertanggung jawab untuk menjelaskan kepada publik tentang tagihan tersebut.

“Supaya meyakinkan bisa memberi catatan penggunaan. Toh, meterannya juga masih ada,” kata dia.

Segera Adukan

Jika memang listrik naik, dan Anda ingin mengadu, Bagaimana caranya melakukan pengaduan?

Sumber menunjukkan, selain informasi tagihan, ada juga formulir pengaduan soal tagihan listrik yang tidak wajar. Terdapat fitur yang dapat dipilih pelanggan ketika ingin mengadu.

Pelanggan dapat memilih melakukan chat live dengan customer service officer (CSO), menghubungi con-PLN 123 tanpa melalui voice over internet protocol (VoIP) sehingga tidak dikenai biaya, atau menelepon PLN 123 dengan jaringan GSM.

Pelanggan PLN bisa mengisi formulir pengaduan yang disediakan. Pelanggan tinggal mengisi nomor IPDEL/nomor meter, jenis pengaduan, lokasi, deskripsi gangguan, dan foto. Pelanggan juga kemudian bisa menggugah foto meteran sebagai bukti.

Setelah formulir pengaduan dikirim dan diproses, pelanggan bisa memantau melalui aplikasi. Pelanggan dapat memberi aduan melalui media sosial Twitter @pln_123 dan Facebook PLN 123.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *