Ayo Tuntaskan Evakuasi WNI di Wuhan

*Oleh Agil Kurniadi, M.Hum.

Virus corona baru akhir-akhir ini menjadi isu yang santer dibicarakan di berbagai belahan dunia. Sebab, keberadaan virus ini mampu menjangkit banyak orang dan bahkan mematikan manusia.

Kabar menurut Koran Tempo menunjukkan bahwa hingga Rabu (29/1), otoritas kesehatan Cina melaporkan telah terjadi 5974 kasus akibat penyebaran wabah ini. Korban yang terinfeksi tersebar di 31 wilayah provinsi, 132 orang dilaporkan meninggal.

Bahkan, laporan terbaru menyebut hingga Jumat (31/1), jumlah korban meningkat menjadi 213 orang dan 9692 orang dikonfirmasi terinfeksi di sebaran wilayah tersebut, menurut laporan Al-Jazeera.

Virus ini juga sepertinya memang ganas. Mengutip riset Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala yang ditimbulkan akibat virus tersebut adalah demam dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius.

Kemudian juga, muncul gejala seperti flu dan diperburuk dengan sesak nafas akibat infeksi paru-paru atau pneumonia. Gejala ini berlangsung dalam 2 sampai 14 hari setelah seseorang terpapar virus.

Masa inkubasi virus corona mirip dengan masa inkubasi virus MERS, virus yang menyerang sistem pernafasan. Ujungnya bisa kepada pneumonia berat, bahkan kematian.

Beberapa ahli epidemiologis mengklaim kematian akibat virus corona lebih rendah, sekitar 40-50 persen, dari kejadian kematian akibat virus flu burung (H7N9). Namun, fakta menunjukkan hanya dalam waktu satu bulan sejak 31 Desember 2019, jumlah orang yang meninggal akibat virus ini setidaknya sebanyak 170 orang. Karenanya, virus corona tak dapat dipandang sebelah mata.

Maka, upaya melindungi warga negara dari virus ini perlu diutamakan. Penjagaan atau audit terhadap warga negara asing yang berdatangan ke ibu pertiwi juga perlu diperketat. Jangan sampai virus ini juga merebak di tanah air.

Selain menjaga ketat Warga Negara Indonesia (WNI) di dalam negeri, hal yang juga diutamakan adalah segera mengevakuasi WNI yang berada di wilayah Cina, terutama kota Wuhan.

Tumpah Darah

“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” begitulah bunyi dari tujuan nasional pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Pernyataan tersebut, bagi saya, seperti dalil sikap atas isu WNI yang berada di Wuhan, sebuah kota Cina yang pertama kalinya merebak virus corona baru. Tujuannya, menyelamatkan WNI dari cengkeraman “hantu” corona.

Sejauh ini, kabarnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing sedang memproses izin evakuasi warganya. Pihaknya juga membentuk posko di Changsa, kota terdekat di Hubei, untuk memantau dan memberikan bantuan.

“KBRI terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Cina dan Pemerintah Provinsi Hubei untuk akses bantuan logistik, serta upaya pemulangan WNI ke tanah air,” begitulah keterangan Kementerian Luar Negeri, lansiran Koran Tempo, Kamis (30/1).

Kendati demikian, saya tetap merasa proses evakuasi ini terkesan lambat. Sebab bila dibandingkan dengan Amerika dan Jepang, dua negara ini telah mengevakuasi warganya.

Pihak Amerika mengirim pesawat carternya untuk mengevakuasi warganya tinggalkan Wuhan. Kabarnya, sebanyak 220 warga di dalam pesawat tersebut, bersama 50 diplomat dan warga lainnya. Pihak Jepang juga pun demikian, 207 orang dievakuasi dalam pesawat carternya.

Berkaca dari dua negara maju tersebut, saya kira pemerintah harus terus cepat tanggap dalam mengevakuasi warganya. Mau atau tidak mau, evakuasi warga harus dituntaskan. Jangan lupakan konstitusi kita yang memerintahkan negara untuk melindungi segenap warganya.

Saya teringat ketika Goerge Washington terpilih menjadi presiden pertama Amerika Serikat. Ketika dia terpilih, ia mengatakan, “Saya akan mematuhi, melaksanakan, dan menjaga konstitusi.”

Mencontoh bapak bangsa Amerika tersebut, adalah tugas pimpinan negara untuk melaksanakan amanat konstitusi tersebut sebagai suatu conditio sine qua non, atau syarat mutlak, dalam memimpin negeri.

Sesuai dengan konstitusi kita, dalam konteks WNI di Wuhan, mereka harus tuntas dievakuasi demi keamanan dan keselamatan warga negara. Ayo tuntaskan evakuasi WNI di Wuhan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *