Bagaimana Mencegah Diri dari Penyebaran Virus Corona Baru? Ini Langkah-Langkahnya

Hal yang termudah dilakukan masyarakat adalah membersihkan tangan dengan cuci tangan menggunakan sabun secara benar.

JAKARTA – Peneliti Perilaku Kesehatan dari Badan Litbang Kementerian Kesehatan, Novianti, memberikan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus corona baru yang merebak akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia.

Virus Corona (2019-nCoV) diketahui sebagai jenis virus baru yang muncul pertama kali di Wuhan, Cina. Novi menerangkan, menurut pernyataan peneliti dari Cina, virus corona bisa dibunuh dengan suhu di atas 57 derajat celcius selama 30 menit dan jika terkena alkohol 75 persen.

Untuk itu, sambungnya, hal yang termudah dilakukan masyarakat adalah membersihkan tangan dengan cuci tangan menggunakan sabun secara benar. Atau juga, menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alhokol sesering mungkin.

Kemudian, hindari mengusap area hidung, mulut, dan wajah. “Karena virus corona mampu bertahan di udara maka menggunakan masker merupakan langkah preventif paling baik untuk saat ini,” terangnya menjawab pertanyaan CIC secara tertulis, Selasa (28/1).

Masker yang disarankan, kata dia, adalah masker yang mampu menangkal virus dengan ukuran 100 nanomikron, yaitu masker N95, menurut ukuran virus corona yang diklaim Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Langkah berikutnya, menghindari kontak langsung dengan hewan, khususnya hewan liar. Diketahui, penyebaran virus corona pada dasarnya dari binatang ke manusia. Jika pun terpaksa, Novi menyarankan untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai langkah preventif.

Dalam hal konsumsi, Novi juga menekankan untuk mengonsumsi makanan yang benar-benar dimasak dengan suhu mendidih dan waktu pemasakan minimal 15 menit. Tujuannya, untuk memastikan virus telah mati.

Langkah terakhir, memastikan sistem imunitas tubuh dalam kondisi yang baik dan prima. Menurut Novi, prinsip inkubasi virus dalam tubuh manusia baru dapat menginfeksi ketika daya tahan tubuh melemah atau turun.

Karenanya, sambung dia, menjaga daya tahan tubuh sangatlah penting untuk mencegah infeksi virus, termasuk virus corona. Selain itu, perlu juga melakukan aktivitas fisik secara rutin agar dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Dan juga, mengkonsumsi vitamin untuk daya tahan tubuh seperti vitamin C.

“Cara paling mudah adalah mengkonsumsi makanan seperti ‘isi piringku’ lengkap dan proporsional antara karbohidrat, protein hewani dan nabati serta buah dan sayur,” terangnya.

Gejala Demam

Novi juga menerangkan bahwa hingga saat ini, belum ada vaksin yang bisa mencegah dan obat khusus untuk mengobati seseorang dari penyakit akibat virus corona tersebut.

Mengutip riset CDC, terangnya, gejala yang ditimbulkan akibat virus corona adalah demam dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, gejala seperti flu, dan diperburuk dengan sesak nafas. Gejala ini berlangsung dalam 2 sampai 14 hari setelah seseorang terpapar.

Menurutnya, masa inkubasi virus corona ini mirip dengan masa inkubasi virus MERS yang masih satu jenis, virus yang menyerang sistem pernafasan. Masa inkubasi tersebut juga berujung pada pneumonia berat dan tidak sedikit pasien dapat berujung pada kematian.

Meskipun, beberapa ahli epidemiologis mengklaim kejadian kematian akibat virus corona lebih rendah, sekitar 40-50 persen, dari kejadian kematian akibat virus flu burung (H7N9).

“Namun, kewaspadaan dan langkah preventif sangat penting untuk dilakukan mengingat penyebaran dan negara yang sudah terpapar virus ini terus bertambah,” terangnya.

Virus Corona telah menyebar ke seluruh Cina, bahkan berbagai belahan dunia. Majalah Tempo melaporkan, Virus ini terdeteksi muncul pertama kali di Wuhan pada 31 Desember 2019.

Hingga Jumat (23/1), lebih dari 500 orang terinfeksi dan 17 lainnya dilaporkan meninggal. Rinciannya, telah terkonfirmasi sebanyak 571 orang terinfeksi dan 17 orang meninggal di Cina; 4 orang terinfeksi di Thailand; dan 2 orang terinfeksi di Hongkong.

Kemudian, 2 orang terinfeksi di Makau; 1 orang terinfeksi di Jepang; 1 orang terinfeksi di Amerika Serikat; 1 orang terinfeksi di Korea Selatan; dan 1 orang terinfeksi di Taiwan.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *