Bulan Juni/Juli, TKA Cina “Menyerbu” Indonesia

Para tenaga kerja asing itu bekerja di PT Virtue Dragon Nickel industri (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).

JAKARTA – Sekitar 500 tenaga kerja asing asal Cina akan datang ke kawasan industri di Konawe, Sulawesi Tenggara, sekitar Juni atau Juli mendatang.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa para tenaga kerja asing itu bekerja di PT Virtue Dragon Nickel industri (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).

“Orang itu berencana minta, tapi itu nanti baru Juni atau Juli baru kejadian (masuk ke Indonesia), tapi sekarang mereka sudah minta izin. Kan perizinan itu enggak cukup sehari,” kata Luhut, kemarin, dilansir Koran Tempo, Senin (11/5/2020).

Ia mengungkapkan, kedua perusahaan itu sedang membangun pabrik high pressure acid leaching (HPAL) baterai lithium, di mana nikel merupakan bahan baku produk tersebut.

“Dia itu menyelesaikan HPAL untuk persiapan industri baterai lithium,” kata Luhut.

Para TKA Cina, terangnya, adalah pekerja yang memiliki kemampuan di bidangnya dan tak bisa digantikan orang lain. Saat ini, Indonesia belum memiliki teknologi untuk membangun industri tersebut.

Setelah proyek selesai, para TKA akan dikurangi dan digantikan dengan pekerja dari dalam negeri hingga sekitar 92 persen dari total pekerja yang dibutuhkan.

Meskipun demikian, Luhut tak ingin TKA Cina memegang kendali atas proyek tersebut. Untuk itu, para pekerja Indonesia nantinya akan dilatih di sana.

Dilansir Kumparan, Minggu (10/5/2020), atas dasar tersebut, Luhut menjanjikan 92 persen yang akan bekerja di proyek besar ini adalah orang Indonesia. Politeknik sekarang yang dibangun di Sulawesi Tenggara disiapkan agar lulusannya bisa terserap.

“Secara bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, di-training, karena kan ada politeknik. Ya memang teknologinya dari dia (Cina), ya kita enggak bisa kita yang kerjakan semua. Tetap ada dia (Cina),” terang luhut.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan menunda izin kedatangan 500 TKA Cina ke Indonesia dengan alasan keamanan. Mereka baru boleh masuk ke Indonesia setelah wabah pandemic virus corona (Covid-19) mereda.

Pandemi corona, diakui Luhut, menghambat proyek hilirisasi nikel menjadi lithium. Setelah pandemi mereda, proyek akan kembali jalan pada Juli mendatang dengan targetnya 2023 sudah beroperasi.

Dengan begitu, Indonesia bisa masuk ke industri bahan baku baterai mobil listrik. Sebab, ada prediksi yang menyebut bahwa mulai 2025, diperkirakan orang-orang di Eropa tak lagi menggunakan mobil berbahan bakar minyak.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *