Corona Mewabah Indonesia, Masyarakat Harus Berbuat Apa?  

Covid-19 telah menginfeksi 117 orang dan menewaskan 5 orang di Indonesia per Senin, 16 Maret 2020.

JAKARTA – Virus Covid-19, nama virus corona baru, telah mewabah di Indonesia. Diketahui, Covid-19 telah menginfeksi 117 orang dan menewaskan 5 orang di Indonesia per Senin, 16 Maret 2020.

Apa yang harus dilakukan? Ketua Pengembangan Intelektual Keluarga Mahasiswa Pelajar Karawang (Kempaka), Feby Milsandy, menyarankan sebaiknya masyarakat harus mampu membedakan berita hoaks dan fakta.

Kemudian, masyarakat juga perlu memperbanyak literatur terkait persoalan yang terjadi dan tidak sembarangan menyebarkan informasi; mengenali cara penanganan dan pencegahan seputar Covid-19; dan memberi informasi yang sesuai fakta kepada setiap elemen terdekat.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung itu berharap, pemerintah juga mampu memberikan informasi-informasi yang terpercaya, dan menyediakan fasilitas yang memadai.

“Kemudian, mensosialisasikan kepada masyarakat, menjaga kestabilan harga bahan pangan, dan mampu mengontrol serta menindak lanjuti oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” ungkapnya dalam keterangan tertulis kepada CIC, Jumat (13/3/2020).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, transparansi informasi dari pemerintah.

Lalu, sikap masyarakat juga harus bisa menghindari berita hoaks. Menurutnya, perubahan yang harus dimulai dari hati nurani setiap individu sangat diperlukan saat ini.

“Bukan hanya tentang virus corona yang tengah mewabah, namun juga sikap masyarakat dan pemerintah selaku manusia yang sama-sama hidup di muka bumi ini mampu menjaga sisi kemanusiaan yang luhur, dan bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan yang paripurna,” terangnya.

Ada pun alasannya adalah fenomena Covid-19 itu menyebabkan harga masker yang melonjak tinggi, hingga terjadi penimbunan masker oleh beberapa oknum yang memanfaatkan keadaan.

Tak hanya itu, sambungnya, dikabarkan bahwa warga memborong kebutuhan sehari-hari untuk persiapan menghadapi dampak dari Covid-19 dan masih banyak hal lainnya.

Kemudian, dari segi ekonomi. Kata dia, perekonomian dunia terancam mengalami penurunan di tingkat regional. Arab Saudi menghentikan ibadah haji dan Umroh untuk mencegah penyebaran Covid-19

Selanjutnya, terangnya, Qatar menghentikan MotoGP. Beberapa liga Sepak bola dunia juga terpaksa menghentikan beberapa pertandingannya untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Beberapa bandara menutup penerbangan ke negara-negara lain. Pelabuhan juga demikian, kata dia, semua dampak ini menjadi sebab penurunan perekonomian dunia.

Bukan hanya dari segi ekonomi akibat dari virus Corona tersebut, namun juga dari segi sosiologis dan psikologis. Ia mengatakan, di beberapa Negara, termasuk Indonesia, muncul sikap diskrimantif besar besaran terhadap warga Negara asing.

Kemudian, muncul anggapan anggapan negatif kepada seseorang yang berasal dari negara lain. Tak cukup sampai di situ, Feby mengatakan seorang yang positif terinfeksi Covid-19 menjadi bahan cemoohan dan cacian yang sama sekali tidak berdasarkan fakta.

Yang pada akhirnya, tak hanya virus Covid-19 yang menyebar, namun juga wabah sinophobia, yaitu ketakutan dan kepanikan.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *