Deksametason: Obat Corona yang Teruji Ampuh  

Deksametason menjadi obat pertama yang telah melalaui uji klinis skala besar dan terbukti mengurangi kematian akibat virus corona (Covid-19).

JAKARTA – Deksametason menjadi obat pertama yang telah melalaui uji klinis skala besar dan terbukti mengurangi kematian akibat virus corona (Covid-19). Dalam uji coba skala besar di Inggris, terungkap bahwa deksametason menjadi sejenis steroid yang tersedia secara luas dan relatif murah bisa mengurangi tingkat kematian pasien kritis Covid-19 hingga sepertiga.

“Ini adalah hasil yang mengejutkan dan akan berdampak besar,” kata Kenneth Baillie, dokter perawatan intensif di University of Edinburgh, Inggris, yang menjadi komite pengarah dalam dewan penguji obat RECOVERY.

Sebagai informasi, para peneliti yang tergabung dalam RECOVERY ini mengumumkan temuan mereka. Disebutkan, uji coba RECOVERY yang diluncurkan pada bulan Maret merupakan salah satu uji coba terkontrol acak terbesar di dunia untuk perawatan virus corona.

Studi ini melibatkan 2.100 pasien Covid-19 yang menerima deksametason dengan dosis sekitar 6 miligram per hari selama 10 hari. Responnya kemudian dibandingkan dengan 4.300 pasien yang menerima perawatan standar untuk infeksi Covid-19.

Efek yang paling mencolok terlihat pada pasien sakit kritis dengan ventilator. Mereka yang menerima terapi oksigen, tetapi tidak menggunakan ventilator juga mengalami peningkatan dengan risiko kematian berkurang 20 persen.

Akan tetapi, steroid tidak berpengaruh pada orang dengan kasus Covid-19 yang bersifat ringan atau mereka yang tidak menerima oksigen atau ventilator.

Dalam uji coba yang dipimpin tim dari Universitas Oxford, ditemukan bahwa deksametason mengurangi risiko kematian dari 40 persen menjadi 28 persen untuk pasien yang menggunakan ventilator. Sementara untuk pasien yang membutuhkan oksigen tanpa ventilator, obat ini bisa mengurangi risiko kematian dari 25 persen menjadi 20 persen.

Peneliti utama, Martin Landray, mengatakan bahwa pengobatan dengan deksametason ini membutuhkan waktu rata-rata hingga 10 hari dan biayanya per hari sekitar 5 pound sterling atau sekitar Rp89.156 per pasien.

“Jadi, pada dasarnya biayanya 35 pound sterling untuk menyelamatkan hidup. Ini adalah obat yang tersedia secara global,” kata dia, dilansir Kompas, Rabu (17/6/2020)

Kendati demikian, Landray mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh membeli obat ini untuk disimpan. Deksametason tidak membantu orang dengan gejala Covid-19 yang lebih ringan yang tidak membutuhkan bantuan pernapasan.

Sejauh ini, pemerintah Inggris mengumumkan, pihaknya segera mengizinkan penggunaan deksametason untuk pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 yang membutuhkan oksigen, termasuk penggunaan ventilator.

Berbagai persediaan deksametason dipastikan pemerintah Inggris agar tercukupi, termasuk jika terjadi puncak pandemi kedua.

Penggunaan Steroid

Kepala tim penelitian spesialis penyakit menular di Universitas Oxford, Peter Horby, mengatakan bahwa obat tersebut juga telah terbukti mengurangi angka kematian secara signifikan. Baginya, ini adalah terobosan besar.

Ia juga menambahkan, penggunaan steroid untuk mengobati infeksi pernapasan virus seperti Covid-19 telah menjadi kontroversial.

Pedoman pengobatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan banyak negara telah memperingatkan tentang bahaya mengobati orang yang terinfeksi virus corona dengan steroid. Beberapa peneliti khawatir tentang bahaya pengobatan steroid yang meluas.

Penelitian dari RECOVERY, terang Horby, menunjukkan bahwa pada dosis yang diuji, manfaat pengobatan steroid mungkin lebih besar daripada potensi bahaya. Dengan dosis yang terukur, studi ini tidak menemukan efek samping yang luar biasa dari pengobatan.

“Perawatan ini dapat diberikan kepada hampir semua orang,” kata Horby.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *