Ekosistem Digital Masih Jadi Andalan Pekerja Informal  

Survey dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi digital masih menjadi andalan bagi pekerja sektor informal sebagai sumber penghasilan utama.

JAKARTA – Survey dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi digital masih menjadi andalan bagi pekerja sektor informal sebagai sumber penghasilan utama. Hal ini berlandaskan peningkatan pendapatan yang signifikan secara tahunan, dilandasi studi ilmiah pada platform Grab.

Berdasarkan survey tersebut, sebanyak 98 persen mitra GrabBike, 98 persen mitra GrabCar, dan 100 persen mitra GrabFood menggantungkan sumber pendapatannya dari ekosistem Grab Indonesia selama dan setelah pandemi Covid-19.

“Artinya, ekosistem ekonomi digital masih bisa menjadi andalan selama pandemi ataupun setelah pandemi Covid-19. Memang ada sejumlah perubahan, seperti penerapan protokol kesehatan,” kata Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri saat paparan berjudul “Peran Gig Workers dalam Ketangguhan Ekonomi Indonesia”, Kamis (25/6/2020), dilansir Kompas, Jumat (26/6/2020).

Sebagai informasi, survey melibatkan sekitar 5.100 responden mitra Grab Indonesia yang berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Kemudian, melibatkan daerah Makassar, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Palembang, dan Bandar Lampung. Survey diadakan pada Januari 2020.

Dalam survey, disebutkan kontribusi ekosistem Grab Indonesia terhadap perekonomian nasional pada 2019 yang mencapai Rp 77,41 triliun, meningkat sebesar Rp 44,89 triliun dari studi yang sama pada 2018.

Yose menerangkan bahwa kontribusi ekonomi itu diperoleh berdasarkan nilai tambah yang diperoleh mitra saat bergabung.

Secara spesifik, survey menyebut sebanyak 27 persen dari mitra GrabFood merekrut setidaknya dua orang sebagai tenaga kerjanya. Perekrutan dengan pola yang sama juga dialami sekitar 6 persen mitra GrabKios.

Pertumbuhan nilai tambah ekonomi bisa dilihat dari peningkatan penjualan mitra Grab Food. Survey menyatakan, sebanyak 48 persen mitra GrabFood menyambut peningkatan penjualan tanpa tambahan investasi. Rata-rata peningkatan penjualan mencapai Rp 3,9 juta per mitra per bulan.

Kemudian, sebanyak 65 persen mitra GrabBike menjadikan ekosistem Grab sebagai mata pencarian. Bahkan, sekitar 49 persen responden bekerja secara penuh. Ada pula, sebanyak 73 persen mitra GrabCar pun menjadikan ekosistem Grab sebagai pekerjaan utamanya.

Dari survey tersebut, sebanyak 31 persen mitra GrabBike tidak punya sumber penghasilan sebelum bergabung dengan ekosistem Grab. Demikian pula yang dinyatakan 26 persen mitra GrabCar.

Ekonom Tenggara Strategics, Stella Kusumawardhani, menerangkan bahwa ekosistem ekonomi digital mampu meningkatkan inklusi keuangan para mitra grab.

“Semula, menyimpan uang di lemari menjadi pola piker mereka. Dengan bergabung dalam ekosistem ekonomi digital, mereka merasa percaya diri untuk mendapatkan fasilitas (dari institusi) keuangan,” katanya.

Ia menambahkan, inkluasi keuangan itu terlilhat dari pembukaan rekening bank. sebanyak 19 persen mitra GrabBike dan 12 persen mitra GrabCar baru pertama kali membuka rekening bank.

Kemudian, ekonomi digital juga mempermudah mereka untuk memperoleh pinjaman. Sebanyak 57 persen mitra GrabBike dan 79 persen mitra GrabCar menilai, bergabung dengan Grab mempermudah mereka memperoleh pinjaman. Pinjaman tersebut digunakan untuk memiliki kendaraan dan hunian.

Tak hanya itu, ekonomi digital juga berpotensi bagi pekerja digital untuk mengakses keuangan lebih mudah.

Sebanyak 46 persen mitra GrabBike, 34 persen mitra GrabCar, dan 50 persen mitra GrabFood merasakan pengaksesan keuangan lebih mudah. Kemudahan ini terwujud pada kepercayaan peminjam yang meningkat dan adanya fasilitas keuangan dari Grab.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa survey memperlihatkan pekerja lepas dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tergabung dalam ekosistem Grab mampu berkontribusi pada perekonomian nasional. Bahkan, sejumlah mitra dapat menciptakan lapangan kerja di luar platform Grab.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *