Ekspor Nasional Menurun Karena Wabah Corona

Penyebaran virus corona di Wuhan telah menurunkan aktivitas ekonomi Cina.

JAKARTA – Kinerja ekspor nasional diperkirakan menurun disebabkan penyebaran wabah virus corona baru yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Cina.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, mengatakan indikasi tersebut dapat dilihat dari penurunan kinerja ekspor beberapa negara selama Januari.

Kinerja ekspor Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Pakistan, hingga Cile menurun pada bulan lalu. “Jadi, ada sekitar lima hingga enam negara yang sudah merilis data (perdagangan.red) Januari, itu umumnya ekspor-impornya turun. Yang terbesar Brasil turun sampai dua digit,” ujarnya, seperti dilansir Koran Tempo, Rabu (12/2).

Menurutnya, penyebaran virus corona di Wuhan telah menurunkan aktivitas ekonomi Cina. Beberapa aktivitas perdagangan di negeri panda itu berhenti. Kasan meyakini Indonesia akan terkena dampaknya.

“Kami membayangkan ini pasti berdampak pada Indonesia,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Tiongkok, Haris Chandra, ketergantungan pada bahan baku Cina memang benar terjadi, lantaran rantai pasok dalam negeri belum memadai.

Kemudian juga, harga bahan baku di dalam negeri lebih mahal dibanding produk Cina. “Supply chain value di Indonesia yang harus diperbaiki,” katanya.

Sebagai informasi, dalam lansiran Koran Republika, merebaknya wabah virus corona bisa mempengaruhi beberapa harga komoditas, seperti batu bara dan minyak mentah.

Harga batu bara acuan melonjak dari 65,93 USD/ton menjadi 70 USD/ton. Sementara, harga minyak mentah menurun dari 62 USD/barel menjadi 54,7 USD/barel.

Di sisi lain, GDP Global berpotensi mengalami penurunan 0,3 persen; pertumbuhan ekonomi RRC bisa menurun 2 persen.

Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi diperkirakan menurun 2 persen. Pada sektor pariwisata, Indonesia bisa merugi hingga Rp54,5 triliun.

Virus corona baru adalah jenis virus baru yang muncul pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Menurut pernyataan peneliti dari Cina, virus corona bisa dibunuh dengan suhu di atas 57 derajat celcius selama 30 menit dan jika terkena alkohol 75 persen. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi baru untuk virus corona, yakni Covid-19.

Sejauh ini, jumlah orang yang tewas di Cina akibat serangan virus corona baru per Rabu (12/2) adalah 1.113 dengan jumlah orang terinfeksi sebanyak 44.653, menurut laporan Al-Jazeera.

“Tow deaths have been recorded outside mainland China—One in Hong Kong and one in the Philippines,” ungkap laporan Al-Jazeera, Rabu (12/2).

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *