Jack Ma Hilang, Kabarnya ‘Disekap’ Komunis

Kabar hilangnya Jack Ma juga mencuat di media sosial Twitter dalam unggahan video pada 11 September 2019

JAKARTA – Pengusaha konglomerat Jack Ma dikabarkan menghilang dan diduga berada di bawah pengawasan pemerintah China. Sejak tidak muncul di hadapan publik selama dua bulan, foto Jack Ma pun raib dari situs web Alibaba.

Dalam lansiran Kompas, Kecurigaan itu terlihat ketika pemilik usaha Alibaba itu tidak muncul sebagai anggota juri di episode terakhir program TV Show-nya, Africa’s Business Heroes. Jack digantikan eksekutif Alibaba lainnya.

Pihak Alibaba hanya mengatakan, Jack Ma “harus melewatkan final karena masalah jadwal,”. Jawaban tersebut menunjukkan masih belum jelas keberadaannya.

Kabar hilangnya Jack Ma juga mencuat di media sosial Twitter dalam unggahan video pada 11 September 2019. Jack Ma diduga hilang setelah memberikan kritik terhadap pemerintah komunis China.

Kritiknya ia sampaikan pada Oktober lalu. Jack menginginkan perubahan atau reformasi di sistem finansial China. Sejak terakhir muncul di media sosial, lebih dari sepekan sebelum daftar pasar saham yang sangat dinanti dari afiliasi keuangan Alibaba (BABA), Ant Group, diblokir pada menit terakhir oleh regulator China.

Ant Group bersiap untuk mengeluarkan penawaran umum perdana (IPO) terbesar di dunia, tetapi otoritas China memerintahkan untuk merombak sebagian besar bisnisnya.

Regulator China mengkritik perusahaan Ma karena dianggap memonopoli pasar dengan menyisihkan saingannya dan merugikan hak konsumen. Alibaba kabarnya telah diperiksa di China atas dugaan perilaku monopoli.

Wall Street Journal melaporkan, Beijing berusaha untuk mengecilkan kerajaan bisnis Ma dan berpotensi mengambil saham yang lebih besar dalam bisnis itu.

Dalam sebuah video prediksi, kemungkinan akhir riwayat taipan itu hanya ada dua. “Hanya ada dua cara (akhir) bagi miliarder di China, dia dipenjara atau mati,” ungkap Miles Kwok, pebisnis China yang diasingkan.

Jack Ma adalah salah satu orang terkaya di dunia dan sempat paling kaya di Asia, sebelum digeser Zhong Shanshan. Kekayaannya awal tahun ini melejit dari 512 juta dollar AS atau setara Rp7,1 triliun menjadi total Rp57,9 miliar dollar AS atau setara Rp806,2 triliun, menurut data terbaru Forbes pada 5 Januari 2021.

Total aset kekayaannya yang dimiliki Jack Ma melimpah ruah, bahkan bisa mengungguli proyek-proyek negara.

(AK/Research Associate)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *