Jakpro Klaim Penggemar Formula E 3,3 Juta

Sebanyak 54 persen dari jumlah tersebut berasal dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan usia jauh lebih muda dibanding penggemar balap mobil Formula 1

JAKARTA – Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu Darwoto, mengklaim jumlah penggemar Formula E bisa mencapai 3,3 juta orang. Klaimnya berdasarkan riset dari Sport Management Database.

Dwi mengatakan, 54 persen dari jumlah tersebut berasal dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan usia jauh lebih muda dibanding penggemar balap mobil Formula 1.

Menurutnya, alasan masyarakat menyukai balapan tersebut bermacam-macam. Mulai dari haus teknologi; kecintaan terhadap ramah lingkungan; tawaran kemewahan, hingga kesukaan kepada merek mobil.

“Biasanya yang menyukai Formula E anak-anak muda yang suka dengan teknologi yang canggih. Jadi tidak heran juga jika ada penawaran mereka akan cari yang kualitasya terbaik atau premium,” kata Dwi, dilansir Antara, Jumat (14/2).

Sebagai informasi, ajang Formula E diselenggarakan pada 6 Juni 2020. Rutenya menggunakan Jalan Medan Merdeka Selatan. Rute tersebut akan disesuaikan dengan standar Federation Internationale L’Automotive (FIA) dengan grade III.

Dalam kegiatan balapan itu, dipastikan setidaknya sebanyak 12 tim dan 24 pembalap bergabung pada ajang tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan dana sebesar Rp1,16 miliar

Ia meyakini keberadaan ajang Formula E bisa menyenangkan para penggemarnya, dan dapat menghadirkan suasana yang berbeda dari ajang balap lainnya.

Lebih dari itu, ia bahkan menyandingkan tim manufacturing yang terlibat di Formula E lebih banyak dibandingkan dengan ajang bergengsi lainnya, yaitu Formula 1.

“Kalau F1 manufacturing brand-nya cuma empat. Tapi kalau Formula E ini ada Sembilan,” ujarnya.

Finalisasi Rute Balapan

Sementara, Ikatan Motor Indonesia (IMI) menekankan finalisasi rute balapan mobil listrik Formula E akan dilakukan pada H-10 acara. IMI diketahui sebagai regulator ajang Formula E, dan terafiliasi dengan Federation International Automotive (FIA).

Ketua IMI Pusat, Sadikin Aksa, mengatakan awal tahun ini, pihaknya sudah mengirim desain ke FIA. Sementara, pihak FIA sudah mengirimkan surveyor sejak tiga minggu lalu. Tujuannya, mengecek kapasitas sirkuit.

“Nanti tim surveyor akan datang lagi 10 hari sebelum balapan, untuk mengecek benar gak lokasi-lokasi fasilitasnya. Sudah tepat tidak penempatan barriernya,” kata Sadikin, dilansir Antara, Jumat (14/2).

Ia melanjutkan, para surveyor FIA nantinya memastikan jalur tersebut sudah sesuai dengan standar ajang balap internasional melalui homologasi atau sejenis sertifikasi kelayakan.

“Sebenarnya pengecekan ulang jika itu sirkuit permanen tidak diperlukan. Namun, karena ini sirkuit yang ada di jalan atau street circuit, maka perlu dilakukan finalisasi pengecekan apakah aman digunakan untuk balapan,” ujarnya.

Sadikin meyakini bahwa Formula E di ibukota dapat membangkitkan kejayaan, sebagai lokasi balapan kendaraan yang vakum selama 22 tahun. Ia bangga dengan hadirnya kejuaraan Formula E di wilayah tersebut.

“Buat industri kami di Indonesia, setelah absen 22 tahun ini adalah sejarah baru yang dapat membawa harum nama Indonesia,” ungkapnya.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *