Kisah John Kei, “Godfather” yang Terancam Mati  

Polisi bisa menjerat dia dengan pasal berlapis yang salah satunya adalah Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana.

JAKARTA – Lika-Liku John Refra “Kei” yang dikenal sebagai narapidana pembunuh telah kini mulai terancam hukuman mati.

Direktur Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat, mengatakan bahwa John Kei terancam hukuman mati jika terbukti terlibat langsung dalam pembunuhan di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Polisi bisa menjerat dia dengan pasal berlapis yang salah satunya adalah Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana.

“Itu ancaman hukuman maksimal, ya hukuman mati,” ujar Ade, dilansir Koran Tempo, Selasa (23/6/2020).

Polisi diketahui menangkap John Kei dan 24 anak buahnya pada Ahad lalu di perumahan Tytyan Indah, Kota Bekasi. Penangkapan tersebut berkaitan dengan penyerangan dan penganiayaan di Duri Kosambi yang menewaskan Yustus Corwing Rahakbau, anak buah Nus Rumatora alias Nus Kei.

Kelompok yang menyerang Yustus belakangan mendatangi rumah Nus Kei di cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Akan tetapi, karena Nus Kei sedang tidak ada di rumah, kelompok ini merusak mobil tuan rumah dan tetangganya.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Nana Sudjana, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, para penyerang itu adalah kelompok yang dipimpin John Kei. John Kei sendirilah yang memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Nus Kei.

“Kami temukan perintah John Kei ke anggotanya untuk membunuh Nus Kei dan YCR (Yustus Corwing Rahakbau),” kata Nana.

Ia menerangkan, sebetulnya John Kei dan Nus Kei memiliki hubungan kekerabatan. John Kei adalah keponakan dari Nus Kei.

Kemarahan John Kei dipicu oleh pembagian hasil penjualan tanah di kampung halamannya di Ambon, Maluku. Sehari sebelum penyerangan, John Kei dan Nus Kei sempat saling tantang lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Sebelum kasus Nus Kei, John memiliki sekelumit kisahnya. Pria 51 tahun itu lahir di Desa Trutrean, Pulau Kei Besar. Warga Tutrean tidak ada yang percaya jika dia dekat dengan dunia kekerasan. Sebab, John dianggap sebagai anak yang baik ketika kecil.

Guru Sekolah Dasar Inpres Bombay di Desa Enlarang, Rumatia, mengenang John sebagai anak penurut dan pendiam. “Dia tak pernah berulah,” katanya.

John Kei tergolong dalam keluarga yang miskin. Meski tergolong miskin, pasangan Paulinus dan Maria Refra ngotot menyekolahkan John, satu kakak, dan tiga adiknya hingga sekolah menangah atas.

John menempuh SMEA di Tual. Ketika itulah, ia mulai bandel dan dikeluarkan saat kelas X akibat berkelahi. Saat dikeluarkan dari sekolah, bukannya pulang ke Tutrean, John Kei malah kabur ke Surabaya Bersama sepupunya pada 1988. Mereka sempat hidup menggelandang.

“Saya jual celana untuk makan, dan tidur di jalan,” kata John.

John lalu merantau ke Jakarta. Sempat luntang-lantung, dia akhirnya bergabung dengan sasana tinju yang menampung anak-anak muda Maluku. Dari situlah, ia mulai pekerjaan pertamanya sebagai debt collector atau jasa penagihan utang. Kliennya adalah pengusaha hiburan malam di Kota, Jakarta.

Ia mengakui, tak ada kekerasan saat menagih hutang. “kalau belum bisa bayar, ya, negosiasi,” katanya.

Pada 1995, nama John sebagai debt collector melambung tinggi. John kemudian menikah dengan Yulianti pada 1997, lalu melahirkan lima anak. Ia tinggal di Bekasi, tepatnya kompleks Tytyan Indah, Medan Satria tempat dia ditangkap Ahad lalu.

Mantan Ketua Komisi Tinju Indonesia itu menampung anak-anak muda Maluku dan mengajak mereka berlatih adu jotos.

Ia pun sempat kaya raya. Tetapi, uang yang melimpah itu tak membuat dirinya lupa pada akarnya. Di Tutrean, John tidak hanya sekadar membangun rumah untuk ayahnya, tetapi juga menjadi donatur kakap di dua gereja di sana.

John juga kerap kali membagikan Rp50 ribu kepada siapa saja yang berpapasan dengannya ketika ia pulang kampung.

“Orangnya baik sekali,” kata Herman, warga Tutrean.

Namun, citra baik itu luntur tatkala ada penggerebekan di rumah John, ahad malam lalu. Polisi menggerebek rumah John dengan dugaan pembunuhan di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Jakarta Barat.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *