Menilik Fenomena Masker Kaum Urban

Hasil Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19 Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa 73,7 khawatir terhadap penularan Covid-19 saat di luar rumah

JAKARTA – Ramainya pandemi corona (Covid-19) membuat masyarakat perkotaan semakin waspada. Penggunaan masker di kota-kota besar, seperti Jakarta, membuat mereka menjadi semakin beradaptasi atas pandemi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan ini.

Sebut saja ada Michael Reily, 29 tahun, yang selalu bermasker. Di kompleks kafe daerah Kemang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ia tetap bermasker di dalam kafe tersebut.

Pegawai kementerian yang tinggal di Jakarta Timur itu sangat siaga. Saking siaganya, Reily membawa empat buah masker di dalam tas. Hal tersebut ia lakukan untuk mengantisipasi berbagai kondisi saat bepergian.

“Hari ini saya benar-benar seharian di luar rumah, jadi harus sedia cadangan di tas kalau sewaktu-waktu perlu ganti,” ujar pria itu, dalam kutipan Kompas (6/9/2020).

Reily punya preferensi untuk pakai masker medis 3ply. Alasannya, masker jenis itu tidak terlalu tebal, tetapi terdiri dari tiga lapis kain yang memberikan rasa aman. Masker tersebut tertutup rapat di mulutnya selama berada di kafe hingga sore.

Selain Reily, ada Dinda Afifah yang menjaga maskernya tertutup rapat sebelum makan. Perempuan 27 tahun itu tinggal di Kedai Nasi Gandul, Menteng, siang itu membawa dua masker setiap hari untuk berjaga-jaga. Reily dan Dinda mungkin menggambarkan kewaspadaan sebagian warga kota di tengah pandemi hari ini.

Saat kasus Covid-19 melonjak, mereka sadar untuk melindungi diri dari penularan saat di luar rumah.

Ada juga Kinjie yang behkan membawa tiga masker yang digunakan bergantian saat terlalu berkeringat. Perempuan 30 tahun itu memilih masker kain berwarna dan motif tertentu sesuai dengan pakaian saat bepergian.

“Saya pilih-pilih dulu kalau mau beli. Pokoknya yang kira-kira cocok dengan pakaian hari ini, ada pertimbangan biar kelihatan matching,” jelasnya.

Kinjie paham betul soal bagaimana virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19,  menyebar lewat droplet. Ia memahami risiko penularan virus lewat sirkulasi udara. Masker tetap ia pakai saat bekerja di kantor.

“Bahkan, ada teguran buat pegawai yang melepas masker saat di kantor,” ucapnya.

Hasil Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19 Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa 73,7 khawatir terhadap penularan Covid-19 saat di luar rumah. Karena semakin khawatir, sekitar 88,5 persen responden sering atau selalu menggunakan masker saat di luar rumah.

BPS juga mengukur indeks perilaku ketaatan terhadap protokol kesehatan. Secara umum, responden di atas usia 25 tahun mempunyai pemahaman yang cukup terkait protokol kesehatan saat bepergian. Semakin tua usia, semakin tinggi indeks perilaku kesehatan.

 

Perlu Waspada

Menurut Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, perlu sikap kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Melepas masker saat di kafe atau ruangan tertutup lain saat di luar rumah berisiko menularkan Covid-19.

Tri juga mengingatkan terkait mutasi virus SARS-CoV-2 D614G yang lebih menular. Kalau saja ada satu orang yang sebenarnya positif tanpa gejala serta sirkulasi udara di suatu tempat buruk, maka penularan sangat mungkin terjadi.

“Saya tidak bosan ingatkan agar jangan melepas masker ketika situasi di sekitar punya risiko penularan. Selebihnya, pemakaian masker adalah tren yang baik untuk mencegah penularan virus,” kata Tri.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *