Menilik Hiburan Alternatif Bioskop, Pembukaan Pariwisata dan Transportasi Umum di Jakarta

Izin pembukaan kembali tidak bisa diberikan serta-merta.

JAKARTA – Selama pandemi corona (Covid-19) berlangsung, muncul fenomena alternatif hiburan menonton film selain bioskop terlihat.

Survei Kompas (18/11/2020) menunjukkan, masyarakat lebih memilih untuk unduh atau menonton film di situs internet secara gratis, yakni sebesar 31 persen. Lainnya, masyarakat memilih untuk menonton siaran televisi biasa (15,4 persen); berlangganan televisi kabel (14 persen), berlangganan video berbayar (11,4 persen), lainnya (10,2 persen), dan tidak ada atau tidak berkegiatan menonton film (18 persen).

Sejauh ini, sejak 17 Oktober 2020, pembukaan bioskop sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi dengan protokol kesehatan ketat.

Salah satu bentuknya adalah, di Jakarta misalnya, memberikan kapasitas 25 persen untuk penonton bioskop. Seiring perkembangan waktunya, tim peninjau meningkatkan kapasitas dari 25 persen menjadi 50 persen.

Namun, untuk bioskop yang baru dibuka pada hari-hari ini, kapasitas yang diperbolehkan baru 25 persen, lalu ditinjau lagi.

 

Hiburan Lain dan Transportasi Umum

Tak hanya alternatif hiburan film, hiburan pariwisata dan transportasi umum juga mulai dibuka.

Bambang Ismadi, Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta, mengatakan bahwa usaha pariwisata lainnya akan dibuka bertahap. Saat ini, tim gabungan masih mengevaluasi jenis-jenis usaha dan menyusun kisi-kisi untuk pembukaan.

Namun, untuk pembukaan usaha pariwisata lainnya, seperti spa, karaoke, dan griya pijat, menunggu arahan dari Satgas Covid-19 DKI Jakarta dan melihat tren kasus Covid-19 di Jakarta.

Bambang juga menyebut sebelumnya ada 26 gedung atau venue yang sudah mengajukan izin kegiatan terkait resepsi. Pada Selasa kemarin, ada enam hotel Gedung yang masih ditinjau tim gabungan.

“Pada Selasa kemarin ada dua hotel yang sudah disetujui bisa digunakan sebagai lokasi resepsi. SK (surat keputusan) kepala dinas tinggal penomoran,” katanya, dilansir Kompas (18/11/2020).

Menurutnya, izin pembukaan kembali tidak bisa diberikan serta-merta. Setelah pemilik atau pengelola Gedung melakukan  paparan terkait protokol kesehatan, tim gabungan dari Pemprov DKI akan membuat ulasan dan memberikan pengarahan tentang hal-hal yang boleh, tidak boleh, hingga harus diubah.

“Itu semua selesai, lalu dijadwalkan simulasi, seperti tinjauan lapangan. Tidak bisa setelah paparan langsung diizinkan. Harus ada simulasinya di lapangan. Sesuai atau tidak dengan proposal yang mereka ajukan,” jelas Bambang.

Kendati begitu, sampai saat ini sejumlah sektor usaha pariwisata yang sudah dibuka bertahap meliputi usaha meeting, seminar, dan workshop. Kapasitas pada kegiatan itu sudah diperkenankan hingga 50 persen.

Prasetia Budi, Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), mengatakan bahwa mulai pekan ini, sejumlah rute bus non-bus rapid transit (BRT) atau yang tak memiliki jalur khusus mulai dibuka. Pelayanan kepada warga setelah tak beroperasi kembali dilakukan.

Pada 18 dan 19 November ini, Transjakarta kembali mengoperasikan 12 rute non-BRT terintegrasi. Namun, penerapan protokol kesehatan selama di area Transjakarta masih tetap dilakukan.

Pembatasan pelanggan juga tetap diberlakukan. Untuk bus gandeng, pembatasan  berkapasitas maksimal 60 orang; bus besar 30 orang; dan bus sedang dengan pelanggan maksimal 15 orang.

Prasetia menambahkan, pengoperasian kembali sejumlah rute dilakukan seiring dengan mulai pulihnya kegiatan masyarakat pada masa PSBB.

“Mengingat hal tersebut, kebutuhan akan transportasi publik juga menjadi perhatian agar bisa memobilitas masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari,” katanya.

Dengan begitu, berarti saat ini sudah ada 138 rute yang telah beroperasi dan melayani penumpang. “Ke depan, kami akan terus mengoperasikan kembali rute-rute lain secara bertahap, melihat load faktor dari setiap rute yang ada,” pungkas Prasetia.

(AK/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *