Menilik Kelakuan Koruptor Cessie Bank Bali: Bergaya Hidup Mewah di New York

Pinangki memamerkan fotonya sedang berada di kelas bisnis pesawat terbang, makan malam di Per Se, New York, Amerika Serikat, restoran yang mengantongi tiga bintang Michelin.

JAKARTA – Seorang terdakwa koruptor, permufakatan jahat, dan pencucian uang pada kasus pelimpahan hak tagih atau cessie Bank Bali diketahui bergaya hidup mewah di New York. Pinangki Sirna Malasari adalah nama dari terdakwa tersebut.

Mantan Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung itu memamerkan kemewahannya melalui akun Instagram @pinangkit yang diberi atribusi Doktor Pinangki.

Dalam akun tersebut, Pinangki memamerkan fotonya sedang berada di kelas bisnis pesawat terbang, makan malam di Per Se, New York, Amerika Serikat, restoran yang mengantongi tiga bintang Michelin.

Ada juga fotonya berpose di kursi taman di Central Park New York, lalu pernah berada di apartemen mewah di Manhattan, Kawasan elite di New York. Di balik kaca jendela apartemen tersebut, terlihat sekelumit Central Park. Desain ruangan dan furniture di foto itu mirip Park View Two-Bedroom Suite dari Trump Hotel di Manhattan.

Kemiripan terlihat dari latar pemandangan yang menghadap Central Park, penataan ruang, bentuk dan warna meja serta kursi, serta lampu meja. Kemiripan juga terlihat dari lampu kristal di ruangan, serta meja makan dan mangkuk buah di atas meja itu.

Dalam website Trumphotels.com, kamar suite tersebut dibanderol dengan tarif 1.200-1.500 dollar AS per malam. Dengan kurs 1 dollar AS setara Rp 14.700, per malam kamar tersebut seharga Rp17,6 juta hingga Rp22 juta.

 

Beli Mobil Mewah

Diketahui, jaksa mendakwa Pinangki menerima uang suap cessie Bank Bali, Joko Tjandra, sebesar 500 ribu dollar AS atau sekitar Rp7 miliar. Uang itu adalah consultant fee untuk mengurus fatwa dari Mahkamah Agung. Dari jumlah uang tersebut, sebanyak 50 ribu dollar AS diberi kepada advokat Anita Dewi Kolopaking, sisanya dikuasai Pinangki.

Dari uang itu, Pinangki membeli mobil BMW X5 warna biru Rp1,75 miliar secara tunai. Kemudian, Pinangki juga menggunakan uang tersebut untuk membayar kartu kredit, lalu membayar dokter home care untuk suntik vitamin, membeli rapid test, hingga suntik botoks di muka dan leher.

Jaksa juga mendakwa dia menggunakan uang untuk membayar dokter kecantikan di AS. Pembayaran dilakukan melalui rekening terdakwa kepada dokter Adam R Kohler sebesar Rp419 juta. Di AS, Pinangki membayar sewa apartemen Trump International sebesar Rp412 juta.

Dugaannya, uang suap itu juga digunakan untuk membayar sewa apartemen The Pakubuwono Signature untuk periode Februari 2020 sampai Februari 2021 sebesar 68.900 dollar AS secara tunai atau setara Rp 940 juta.

Pinangki juga didakwa menggunakan uang itu untuk memperpanjang sewa apartemen Essence Darmawangsa 38.400 dollar AS atau Rp525 juta untuk periode 17 April 2020 sampai 16 April 2021.

Jaksa menilai bahwa gaji per bulan Pinangki beserta sang suami tak akan dapat memenuhi hal itu. Sementara, mereka tidak memiliki sumber penghasilan lain pada periode 2019-2020.

Diketahui, total gaji, tunjangan kinerja, dan uang makan Pinangki per bulan sebesar Rp18,9 juta. Sementara, penghasilan sang suami, seorang perwira menengah Polri pada kurun waktu 2019-2020, adalah Rp 11 juta.

(AK/Research Associate)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *