PAN Pilih di “Tengah-Tengah”

Setelah Kongres V diselenggarakan, PAN memilih tidak masuk di barisan oposisi dan pemerintahan.

KENDARI – Partai Amanat Nasional (PAN) memilih bersikap berada di tengah-tengah dua koalisi, oposisi dan pemerintah. Keputusan ini diambil setelah Kongres V dilaksanakan di Kendari, Senin (10/2).

Ketua Umum PAN terpilih, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa dirinya tidak akan membawa partainya menjadi oposisi bagi pemerintahan Presiden joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Oposisi tagline-nya sudah diambil PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Kalau kita masuk, isu oposisi akan sangat merugikan kita,” tutur Zulhas, sapaan akrabnya, seperti dilansir Koran Republika, Kamis (13/2).

Menurutnya, masuk ke dalam barisan oposisi hanya membuat partai berlambang matahari itu merugi. Zulhas ingin PAN memiliki banyak teman untuk meraih lebih banyak dukungan masyarakat, sesuai dengan konsep partainya yang multipartai.

Ia juga menekankan, PAN tidak bergabung dalam koalisi pemerintahan dan tetap berada di “tengah,” tetapi sedikit ke kanan sebagai partai nasionalis religius.

Ke depannya, Ia menargetkan partainya masuk tiga besar pada 2024. Menurutnya, tantangan PAN untuk menghadapi tahun 2020 dan 2024 akan terasa sangat berat.

Kendati demikian, Zulhas tetap optimis. Ia meyakini dengan bersatunya semua senior dan kader, target tiga besar bisa tercapai. “PAN harus lebih atraktif, inovatif, kreatif agar tiga besar mudah-mudahan bisa kita dekati,” tekannya.

Sebagai informasi, pada kongres V, ada tiga kandidat yang mencalonkan diri sebagai ketua umum partai berlambang matahari itu, yakni Mulfachri Harahap, Zulhas, dan Dradjad Wibowo.

Kongres ini sempat diwarnai kericuhan yang mengakibatkan sejumlah orang terluka. Meskipun sempat ricuh, kongres tetap berhasil melaksanakan voting.

Dalam voting yang diselenggarakan di kongres, Zulhas berhasil mengumpulkan 331 suara. Sementara, Mulfachri berada di urutan kedua, yakni 225 suara, dan Dradjad di urutan terakhir dengan suara sebesar 6 suara.

Setelah terpilih sebagai ketua umum, Zulhas meminta kepada Hatta Radjasa untuk menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN. Hatta adalah mantan Ketua Umum PAN dan sempat menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Hatta juga memajukan calon ketua umum lain, Asman Abnur, yang akhirnya memilih mundur dari pencalonan, lalu bergabung ke kubu Zulhas. Senada dengan Zulhas, Hatta juga menargetkan partinya masuk tiga besar pada Pemilu 2024.

“Kita targetkan Insya Allah partai ini di 2024, tiga besar partai kita. Kalau kita bekerja keras, bekerja ikhlas, Insya Allah, Allah akan membukakan jalan kemudahan bagi kita,” ujarnya.

Atas dasar semangat itu, Hatta mengharapkan seluruh kader Bersatu seusai gelaran kongres V ini dan mendukung ketua umum PAN yang baru terpilih. “Beri dukungan penuh kepada ketua umum kita. Kepada DPP, DPW, DPD, kita kerja keras, Insya Allah partai kita akan bangkit jaya di 2024,” terangnya.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *