Pilkada 2020 Diramaikan Politik Dinasti

Gejala politik dinasti pada tahun ini terasa lebih kuat setelah Gibran resmi mendapatkan  rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah 2020 kali ini akan diramaikan oleh para calon dari kerabat penguasa ataupun politikus. Yang paling mendapat sorotan  adalah pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo dalam pemilihan Walikota Solo, yakni Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Ekskutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, mengatakan bahwa gejala politik dinasti pada tahun ini terasa lebih kuat setelah Gibran resmi mendapatkan  rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pengusaha muda ini bahkan mengalahkan  wakil walikota saat ini, Achmad Purnomo, dalam perebutan  rekomendasi PDIP yang ditandai dengan terbitnya rekomendasi untuk Gibran pada Jumat lalu.

Dedi menuturkan, kesuksesan pencalonan Gibran sangat dipengaruhi statusnya sebagai anak presiden. Sebab, Gibran tidak punya pengalaman di bidang politik. Pada akhirnya, Dedi memprediksi bahwa pencalonan Gibran akan memperburuk citra partai dan Jokowi karena dianggap melanggengkan politik dinasti.

“Sangat disayangkan, Jokowi seharusnya memberi teladan,” ujarnya, dilansir Koran Tempo, Senin (20/7/2020)

Sesungguhnya, tak hanya Gibran, kerabat dari penguasa, yang maju menuju pemilihan kepada deaerah.

Ada pula menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution, yang juga berniat mencalonkan diri sebagai Walikota Medan. Meski belum mendapat restu dari PDIP, pencalonan Bobby sudah didukung partai koalisi lain, seperti Golkar, Nasdem, dan Gerindra.

Kemudian, ada pula sanak-famili para penguasa yang berkontestasi dalam pemilihan kepala daerah di Tangerang Selatan. Sabtu lalu, Partai Demokrat mengumumkan  dukungan kepada Wakil Sekretaris Jenderalnya,

Siti Nur Azizah, untuk menjadi calon walikota. Siti adalah putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Demokrat memasangkan Siti dengan kader Partai Keadilan Sejahtera, Ruhamaben.

Kerabat pembesar lainnya di wilayah yang sama adalah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Ketua Umum Partai Gerindra, Menteri pertahanan, Prabowo Subianto.

Kabarnya, Saraswati akan digandeng dengan Muhammad, wakil walikota. Saraswati sendiri kabarnya masih menunggu keputusan partai.

Pemilihan di Tangerang Selatan kian ramai dengan keputusan Partai Golkar yang menyorongkan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan sebagai calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan.

Benyamin adalah  Wakil Walikota Tangerang Selatan sejak 2011, sementara Pilar adalah kader partai Beringin yang juga anak Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, sekaligus keponakan Walikota Tangerang  Selatan 2011-2020,  Airin Rachmy Diany.

Bagi peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia, Adjie Alfaraby, pemilihan kepala daerah di Tangerang Selatan akan menjadi medan politik dinasti paling panas.

Keterlibatan sanak-famili pejabat dan politikus itu masuk ke kancah pemilihan kepala daerah untuk mengukuhkan pengaruh suatu kelompok atau memperluas jangkauan kekuasaan mereka.

“Tren ini selalu ada di setiap pelaksanaan pilkada. Mereka ingin kekuasaan berganti pada orang yang masih dalam lingkaran terdekatnya,” ujarnya.

Akan tetapi, itu belum tentu juga bagi mereka untuk memenangi pemilihan. Pengalaman pada pemilihan kepala daerah tahun 2018 menunjukkan, karib-karib pembesar juga bisa tumbang.

Pemilihan gubernur di Sulawesi Selatan dimenangi pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. Padahal, lawannya adalah pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar. Ichsan adalah adik Gubernur Syahrul yasin Limpo.

“Faktor figur calon menjadi penentu. Kalau hanya kerabat tapi tak terkenal, maka peluangnya lebih kecil,” kata Adjie.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *