Protokol Kesehatan Pemilukada Era Corona, Seperti Apa Bentuknya?

Jadwal penyelenggaraan KPU dimulai dari pendaftaran pasangan calon (4-6 September 2020)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merampungkan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak tahun ini. Protokol kesehatan diperlukan karena pemilihan kali ini rencana diselenggarakan di tengah pandemi corona (Covid-19).

Komisioner KPU, Ilham Saputra, mengatakan Peraturan KPU tentang protokol kesehatan sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Protokolnya baru di Kemenkumham untuk harmonisasi. Akan segera diundangkan,” kata dia, dilansir Koran Tempo, Senin (29/6/2020).

Sebagai informasi, jadwal penyelenggaraan KPU dimulai dari pendaftaran pasangan calon (4-6 September 2020); verifikasi syarat calon (6-12 September 2020); penetapan pasangan calon (23 September 2020); dan pengumuman nomor urut pasangan calon (24 September 2020).

Kemudian, masa kampanye (26 September-5 Desember); masa tenang (6-8 Desember); pencoblosan (9 Desember 2020); penetapan hasil penghitungan suara untuk pemilihan bupati atau wali kota (13-17 Desember 2020); penetapan hasil penghitungan suara untuk pemilihan gubernur (16-20 Desember 2020); penetapan pasangan calon terpilih (paling lama 5 hari setelah Mahkamah Konstitusi secara resmi memberitahukan permohonan yang teregistrasi dalam buku registrasi perkara konstitusi kepada KPU).

Ilham melanjutkan, sesuai dengan kesepakatan antara KPU, pemerintah, dan Dewan Perwakilan Rakyat, metode pencoblosan tetap dilakukan secara konvensional.

Namun untuk menekan risiko penularan Covid-19, ia mengatakan KPU menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Sebagai contoh, panitia penyelenggara pemilihan akan menyediakan alat pembersih tangan dan mewajibkan pemilih menggunakan masker saat pencoblosan pasangan calon di tempat pemungutan suara.

Kemudian, KPU juga akan menyediakan masker saat pencoblosan pasangan calon di tempat pemungutan suara. KPU juga berencana menyediakan masker di lokasi pencoblosan untuk dibagikan secara gratis kepada pemilih yang tidak menggunakannya.

Pada protokol kesehatan lainnya, KPU akan memeriksa suhu tubuh pemilih sebelum masuk ke bilik suara. Pemilih yang bersuhu di atas 38 derajat celcius akan mencoblos di bilik khusus yang sudah disediakan panitia.

Kemudian, KPU juga menyediakan sarung tangan plastik untuk meminimalkan penyebaran virus melalui alat pencoblos atau peralatan lainnnya. Tinta celup akan diganti dengan tinta tetes untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

Ilham juga menambahkan, KPU juga berencana merekayasa waktu pencoblosan untuk meminimalkan kerumunan orang di tempat pemungutan suara.

“Bisa saja kami atur sedemikian rupa agar pemilih tak datang pada jam yang sama,” ujar dia.

Ada tiga tahap krusial dalam pemiihan yang berpotensi terjadi penularan virus lantaran meningkatkan keramaian. Tiga tahap itu, menurut Ilham, adalah verifikasi calon perseorangan, pemutakhiran data pemilih, dan masa kampanye.

Dari tiga tahapan ini, Ilham menerangkan KPU telah memulai verifikasi calon perseorangan pada pekan lalu. Oleh sebab itu, lembaganya mewajibkan panitia verifikasi untuk melaksanakan tes cepat Covid-19.

Panitia yang memiiki hasil tes reaktif diminta beristirahat sementara waktu. “Kami berharap seluruh peserta pemilihan dan panitia penyelenggara mematuhi protokol kesehatan ini,” terangnya.

Menurut Dudi Iskandar, Direktur Media dan Komunikasi Politika Research Center, KPU, partai politik, dan peserta pemilihan sebaiknya menggalakkan sosialisasi untuk menekan risiko penularan Covid-19.

Sebab, mayoritas pemilih dalam pemilihan serentak ini berasal dari Kawasan pedesaan yang tak memiliki infrastruktur teknologi informasi yang memadai. Berdasarkan catatan lembaganya, sekitar 40 persen pemilih belum punya telepon pintar atau smartphone.

Kemudian, ia juga meminta agar kampanye pasangan calon memanfaatkan teknologi informasi, seperti melalui grup pesan instan dan media sosial.

“Kampanye ditentukan oleh tim kreatif tim suksesnya,” ujarnya.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *