PSBB Menjelang Lebaran: “Pergi Sana Beli Baju”

Kejadian kerumunan warga terjadi di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.

JAKARTA – Gairah pembatasan sosial di Jakarta seperti meluntur begitu saja tatkala fenomena perayaan Idulfitri tiba. Beberapa hari sebelum lebaran, masyarakat ramai-ramai membeli pakaian untuk merayakan lebaran Idulfitri, tak peduli dengan keberadaan ancaman corona.

Kejadian itu terjadi di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Dalam pengamatan Kompas, pemerintah dan pemerintah daerah tampak tak berdaya untuk melarang masyarakat menjauhi kerumunan terhadap masyarakat yang berada di tempat berjualan pakaian di pasar tersebut.

Singkatnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beralih menjadi akronim lain, menjadi “pergi sana beli baju”.

Kemacetan lalu lintas tampak sudah menjadi hal biasa, termasuk di persimpangan Pasar Ciputat. Pada Selasa (19/5/2020) siang, dalam pengamatan Kompas, arus kendaraan di barat jalan layang Ciputat tersendat-sendat. Badan jalan juga semakin sempit karena dipenuhi barisan sepeda motor para pembelanja.

Gang yang tersedia untuk lalu-lalang hanya selebar 1-1,5 meter. Tetapi, pengunjung begitu ramai sehingga membuat orang-rang berkerumun.

Saat ada pengunjung pasar yang berhenti untuk menawar atau sekadar melihat-lihat komoditas dagangan, pengunjung lain yang sedang berjalan pun merelakan tubuh bersenggolan.

Hadi, 41 tahun, adalah saksi dalam kerumunan ini. Bersama istrinya berkeliling melihat pakaian di Pasar Ciputat, Hadi percaya diri untuk tidak mengenakan masker meski istrinya terus menggunakan masker.

Ia menyadari akan risiko penularan virus corona tersebut. Karyawan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) itu mengakui dirinya mengetahui informasi Covid-19. Kendati demikian, ia tetap tidak takut berada di tengah-tengah kerumunan pasar.

“Takut enggak, cuma kita waspada,” ucap warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, itu dalam lansiran Kompas, Rabu (20/5/2020).

Hal yang Hadi patut waspadai adalah menjaga jarak dengan tubuh pengunjung lain, sesuatu tampak hampir tidak mungkin di Pasar Ciputat. Selain itu, ia mengklaim bahwa keluarganya rajin bersih-bersih di rumah sejak corona terbukti sudah ada di Indonesia.

Bagi Hadi dan istrinya, berbelanja menjelang hari raya sulit dihindari. Sudah menjadi rutinitas untuk membeli pakaian-pakaian bernuansa Islami setiap menjelang Idulfitri. Terlebih, dirinya beruntung menerima tunjangan hari raya di tahun ini.

“Sudah adat budaya seperti ini,” ujarnya.

Ada lagi Budi dan keluarganya. Bersama istri dan tiga anaknya, ia tetap kekeh untuk berangkat ke pasar membeli pakaian.

Budi bersama istri dan anak nekat masuk ke kerumunan pengunjung pusat perbelanjaan. Mereka yakin selama sudah melindungi kesehatan tubuh, virus bakal mental. Mereka juga telah mencuci tangan sebelum masuk ke toko dan menjaga jarak fisik dari pengunjung lain.

“Ini cuma beli pakaian untuk anak-anak,” kata pekerja di sebuah toko swalayan tersebut.

Bagi dia, isu soal penularan virus Covid-19 tak perlu dibesar-besarkan. Budi juga memastikan, anak-anaknya berdiam di rumah selama PSBB. Namun, ia mengajak mereka berbelanja Selasa itu agar bisa meredakan rasa jenuh setelah sekian lama tidak keluar.

Berdasarkan data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, per 11 Mei 2020, sebanyak 165 orang positif Covid-19 dan 11 orang meninggal akibat Covid-19. Kasus tersebar di 22 pasar di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, dan Jawa Tengah.

Akan tetapi, ada semacam disinformasi yang beredar di masyarakat. Seolah-olah pelonggaran ini seperti sudah benar-benar diinstruksikan, padahal baru sebatas wacana.

Presiden Joko Widodo sebelumnya pun menegaskan, pelonggaran PSBB baru sebatas rencana. ”Jangan keliru ditangkap masyarakat bahwa pemerintah mulai melonggarkan PSBB,” ujar Jokowi, sapaan akrabnya.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *