Setelah Sekian Lama, Wisata Tur Kembali Bergairah

Di tengah pandemi, ternyata masih ada wisatawan yang mendaftar tur pariwisata

JAKARTA – Candha Adwitiyo kembali melanjutkan aktivitasnya. Co-Founder Jakarta Good Guide itu, sebuah komunitas pariwisata sejarah, menyebut tur jalan kaki di Jakarta berlangsung sejak awal November setelah hanya secara virtual. Tur menyesuaikan dengan situasi pandemi dengan terdiri dari kelompok kecil yang tidak lebih dari sepuluh orang supaya protokol kesehatan efektif.

“Jangan sampai lebih dari 10 orang. Sesuaikan bisa jadi 3, 5, atau 7 orang sekali tur. Kan, tingkat kepedulian seseorang pada protokol kesehatan tidak sama. Semakin sedikit supaya bisa jaga jarak, tidak dekat-dekatan,” ucap Candha, dilansir Kompas (19/11/2020).

Dua pekan berjalan, peminat wisata jalan kaki mulai kembali. Di tengah pandemi, ternyata masih ada wisatawan yang mendaftar melalui  https://jakartagoodguide.wordpress.com/ maupun narahubung di akun media social @jktgoodguide meski tak semua hadir saat hari H lantaran ragu-ragu dan khawatir risiko penularan virus corona jenis baru.

Candha menuturkan, timnya lewat surel konfirmasi mengingatkan wisatawan tentang risiko penularan, antisipasi, dan protokol kesehatan. Timnya menyediakan pengecekan suhu tubuh sebelum tur, antiseptik, dan larangan jajan di sekitar lokasi tur karena potensi penularan saat makan.

Kemudian, timnya juga mempersempit waktu tur dari dua jam menjadi satu jam. Ada juga pemangkasan rute dari 2 kilometer menjadi 1 kilometer supaya wisatawan tidak terlalu lama berinteraksi.

“Animo sudah ada meskipun ada kecemasan kalau ketemu orang lain yang tidak kenal dalam tur. Kami tetap maksimalkan protokol kesehatan supaya aman,” katanya.

Tur tersebut diikuti seorang pemandu wisata dan empat wisatawan. Selama satu jam, mereka menyusuri beragam spot sejarah, seperti Mbloc Space, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, tempat kongko yang berdiri di atas lahan bekas pabrik dan rumah dinas Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia.

Tak hanya di Jakarta, tur jalan kaki juga kembali bergairah di Bandung dan Yogyakarta. Good Guide setempat sejak September telah mempersiapkan tur sesuai protokol kesehatan.

Salah satunya di Yogyakarta, tepatnya Kotagede, Senin (5/10/2020) dan Kamis (12/11/2020). Kawasan itu terkenal akan kerajinan perak, ziarah rohani, kuliner, dan makam-makam raja Mataram, serta kehidupan warga sekitar.

Salah seorang pemandu wisata Yogyakarta Good Guide, Rizki Suryananda, mengatakan bahwa tak ada tur virtual sehingga tur jalan kaki kembali berjalan awal Oktober setelah berbagai persiapan sesuai protokol kesehatan. Tur berlangsung di waktu berbeda sesuai tingkat keramaiantempat wisata.

Rizki mengatakan, tur di Kotagede dan Kauman berlangsung Senin hingga Kamis dan Sabtu. Sementara di Malioboro, tur berlangsung Senin untuk antisipasi keramaian.

“Kami survei lokasi dan keadaan sekitar terlebih dulu. Diskusi dengan warga sekitar apakah menerima kedatangan orang luar atau tidak,” ujar Rizki.

(AK/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *