Siaga, Virus Corona Telah Menjangkit WNI

WNI tersebut merupakan perempuan berusia 44 tahun yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga.

JAKARTA – Perkembangan Virus Corona baru sudah menjangkit Warga Negara Indonesia (WNI) di Singapura. Diketahui, WNI tersebut merupakan perempuan berusia 44 tahun yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga.

Dilansir Koran Tempo, Kamis (6/2), perempuan 44 tahun itu diduga tertular virus corona dari majikannya. Majikan itu diketahui sebagai pengurus toko yang kerap dikunjungi wisatawan asal Cina.

WNI tersebut adalah korban virus corona yang ke-21, sedangkan majikan menjadi korban ke-19, dari total 24 orang yang terjangkit virus. Mereka dirawat di General Hospital Singapura.

Atas dasar itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung, Sugihantono, mengatakan bahwa pihaknya memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk orang dari negara terjangkit wabah virus tersebut.

“Pemerintah tengah menginventarisasi sekaligus memperketat pengawasan terhadap pintu-pintu masuk dari berbagai negara, termasuk Singapura,” ujarnya, dalam lansiran Koran Tempo.

Kata dia, setiap hari ada sekitar 17 ribu orang yang bergerak dari Singapura ke Indonesia melalui pelabuhan dan bandar udara. Umumnya, mereka masuk ke Indonesia untuk bekerja atau berwisata.

Sumber menunjukkan, ada tujuh pintu masuk penumpang utama penumpang dari Singapura, antara lain Pelabuhan Tanjung Balai Karimun di karimun, Kepulauan Riau; Pelabuhan Terminal Feri Internasional di Batam, kepulauan Riau; Pelabuhan Sekupang di Batam, Kepulauan Riau; dan Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Kemudian, Pelabuhan Tanjung Uban di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Bandar Udara Internasional Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau; dan Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang, Banten. Ada pun total pintu masuk ke Indonesia sebanyak 135 pelabuhan dan bandar udara.

Sementara, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Wiendra Waworuntu, mengatakan lembaganya telah memerintahkan seluruh kantor kesehatan di pelabuhan dan bandara untuk memberikan kartu peringatan kesehatan kepada para penumpang. Khususnya, penumpang yang berasal dari Singapura.

Sebagai gambaran, kartu bersifat peringatan khusus. Penumpang yang mengalami gejala seperti demam, flu, gangguan pernapasan, atau gangguan kesehatan lainnya dalam waktu 10 hari harus segera melapor ke fasilitas kesehatan rujukan pemerintah.

Saran Wiendra, Warga Indonesia tidak bepergian ke Singapura dan negara terjangkit virus corona lainnya.

Sejauh ini, korban jiwa terus meningkat. Menurut laporan Al-Jazeera, jumlah korban yang meninggal di dataran Cina meningkat menjadi 563 orang pada Rabu (5/2), mendapat tambahan 72 orang yang meninggal selama 24 jam terakhir.

Pada umumnya, korban meninggal di provinsi Hubei. Lainnya, ada tiga orang meninggal di Tianjin dan Heilongjiang di bagian utara, serta Guizhou di selatan. Setidaknya, ada 25 negara telah dikonfirmasi terkena wabah virus ini.

“The virus has killed two people outside mainland China, one in Hong Kong and another in the Philippines. At least 25 countries have confirmed cases,” ungkap laporan Al-Jazeera, Kamis (6/2).

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *