Sosial Distancing Corona, Kegiatan Ekonomi Berhenti Sementara

Ada 300 tempat hiburan yang sudah tutup sementara.

JAKARTA – Sejumlah pusat belanja atau mal tutup sementara untuk mendukung protocol pembatasan interaksi sosial guna mencegah semakin luasnya penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Laporan dari Koran Tempo per 25 Maret 2020 menunjukkan, beberapa mal di Jakarta memutuskan tutup sementara, antara lain Plaza Indonesia di Jakarta Pusat; Central Park di Jakarta Barat; Lippo Mall di Jakarta Barat; Senayan City di Jakarta Pusat; dan Summarecon Kepalapa Gading di Jakarta Utara.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jakarta, Ellen Hidayat, mengatakan penutupan mal sejalan dengan instruksi Pemerintah DKI Jakarta melalui Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 155/SE/2020.

Perlu diketahui, penutupan mal tidak untuk semua gerai. Khusus gerai penjualan bahan pokok, pengelola mal tetap membukanya. “Di Plaza Indonesia, misalnya, beberapa gerai yang dibutuhkan masyarakat, seperti supermarket dan farmasi, tetap buka,” kata Ellen.

Penyewa gerai atau tenant yang diminta Ellen, tuturnya, tidak memprotes keputusan pengelola mal. Sebab, mereka pun berkepntingan untuk memangkas biaya operasional di tengah sepinya pengunjung sejak pekan lalu.

Ia menerangkan, pengelola mal dan tenant merugi sejak pembatasan interaksi sosial berlaku. Angka kunjungan, sebutnya, menurun 70-80 persen. Sedangkan, rata-rata tenant mengalami penurunan omzet 80-90 persen. “Pengelola mal dan gerai juga sulit membiayai fixed-cost operasional,” kata dia.

Sebagai contoh, mal Sarinah. Direktur Retail PT Sarinah (Persero), Lies Permana Lestari, mengatakan bahwa sejak wabah corona meluas, omzet Sarinah anjlok hingga 95 persen dari 500-600 juta menjadi hanya sekitar Rp30 juta per hari.

“Ketika penjualan on store sulit, Sarinah menekan angka kerugian dengan penjualan online dan home delivery. Kami menekan angka kerugian melalui efisiensi biaya operasional,” tuturnya.

Tak hanya di Jakarta, kejadian penutupan mal terjadi di Sulawesi Selatan. Dua mal milik keluarga Jusuf Kalla di Makassar juga ditutup. Mal Ratu Indah dan Nipah Mall tutup mulai hari ini hingga 5 April.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia, Budiardjo Iduansjah, sepakat dengan keputusan pengelola mal. Sebab, keselamatan karyawan baginya harus menjadi pertimbangan utama.

Ia juga mengatakan, selain supermarket dan toko obat, gerai yang masih diizinkan dibuka adalah anjungan tunai mandiri dan pedagang valuta asing atau money changer.

Jauh sebelum wabah corona merebak, terangnya, perusahaan perdagangan sudah memanfaatkan platform online. Ketika pembatasan interaksi sosial berlaku, terjadi kenaikan permintaan online 30 persen.

Ada pun produk yang banyak dicari adalah makanan dan minuman, pakaian, serta sepatu. Namun, permintaan lewat media online itu belum mampu menutup hilangnya pendapatan akibat pembatasan sosial.

“Nilai perdagangan online tak sampai 10 persen dari total omzet kami,” ujarnya.

Selain mal, seruan penutupan tempat hiburan juga telah terjadi. Berdasarkan edaran, ada 14 jenis tempat hiburan ditutup, di antaranya bioskop, karaoke, spa, diskotek, hingga panti pijat. Surat edaran juga menambahkan, fitness center serta arena permainan ketangkasan anak dan keluarga juga harus tutup.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Cucu Ahmad Kurnia, menyebut ada 300 tempat hiburan yang sudah tutup sementara. Ada pun jumlah usaha hiburan dan rekreasi yang terdaftar di Dinas Pariwisata DKI mencapai 1.400-an.

Penelusuran Tempo menunjukkan, tempat hiburan yang telah berhenti sementara antara lain Timezone dan Cinema XXI di Lippo Mall Puri di Jakarta Barat; Inul Vizta, Fun World, dan CGV di Central Park, Jakarta Barat; serta Q Billiard, Rabbithole KTV & Lounge, dan XXI di Senayan City, Jakarta Pusat.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *