Survey: Pengusaha UMKM Perempuan Lebih Banyak dari Laki-Laki

Lebih dari 54 persen usaha mikro milik perempuan menggunakan internet menjual produk

JAKARTA – Para perempuan di Indonesia memiliki peran ganda, yakni sebagai ibu rumah tangga dan juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Mereka membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam berjualan di kanal digital.

Asisten Deputi Pemasaran, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Destry Anna Sari, memaparkan bahwa sekitar 60 persen dari pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.

Ada pun kontribusi pelaku UMKM perempuan terhadap produk domestik bruto nasional mencapai 9,1 persen.

“Data ini menunjukkan, perempuan memiliki kekuatan besar dalam UMKM sehingga perlu terlibat dalam ekonomi digital,” ujarnya dalam seminar daring ”Perempuan Pelaku UMKM: Berkembang dengan Memanfaatkan Teknologi Digital” pada medio Desember 2020, Jumat (18/12/2020).

Menurutnya, pandemi Covid-19 menyebabkan pusat aktivitas masyarakat berada di tempat tinggal. Berjualan secara digital berpeluang menjangkau pasar konsumen yang ada di hunian masing-masing seluas mungkin.

“Total UMKM yang berada di kanal daring pada awal tahun mencapai 8 juta unit usaha. Sepanjang Mei-November 2020 terdapat tambahan 2,9 juta UMKM yang sudah berjualan secara daring,” katanya, dilansir Kompas (7/1/2021)

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 10-26 Juli 2020 menunjukkan, dari sekitar 35 ribu responden di Indonesia, sekitar 48 persen populasi di Indonesia menggunakan internet dan memasuki pasar daring telah menjadi strategi kunci mengatasi Covid-19.

Dari jumlah tersebut, sekitar 42 persen usaha mikro dan 30 persen usaha kecil dimiliki perempuan.

Namun, lebih dari 54 persen usaha mikro milik perempuan menggunakan internet menjual produk. Sementara, usaha mikro laki-laki hanya 39 persen. Serupa untuk usaha kecil, sebanyak 68 persen dari usaha yang dimiliki perempuan menggunakan internet, sementara usaha laki-laki menggunakan internet sebesar 53 persen.

Laporan “Memanfaatkan Digitalisasi untuk Menghadapi Covid-19” yang pada Jumat (11/12/2020) memperlihatkan, 82 persen perempuan mengakui digitalisasi merupakan solusi. Langkah tersebut membantu mereka menyeimbangkan pekerjaan dan tanggung jawab domestik dan keluarga dengan lebih baik.

 

Dukungan Pemerintah

Sejalan dengan itu, pemerintah turut mendukung perempuan  pengusaha UMKM. Beberapa dukungan tersebut di antaranya Program Sispreneur; pelatihan dan pendampingan virtual untuk pengusaha perempuan dengan usaha mikro dan ekstra mikro berusia 30-50 tahun; serta edukasi dan literasi keuangan Syariah.

Kemudian, ada National Support for Local Investment Climate/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development dan Anggaran Dana Pemerintah terkait Penyelamatan UMKM mencapai Rp123,46 triliun.

Program Sispreneur adalah program kerja sama Kementerian PPPA dengan PT XL Axiata Tbk ditujukan bagi kalangan perempuan pelaku usaha mikro agar bisa mengembangkan usahanya dengan sistem digital.

Sementara, pelatihan dan pendampingan virtual untuk pengusaha perempuan dengan usaha mikro dan ekstra mikro berusia 30-50 tahun didanai Pemerintah Inggris melalui UK-Indonesia Tech Hub, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan krealogi oleh Du Anyam.

Kemudian, edukasi dan literasi keuangan Syariah ditujukan sebagai implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah berbasiskan pondok pesantren.

National Support for Local Investment Climate/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development adalah proyek kerja sama antara pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC), dengan tujuan memfasilitasi kegiatan pengembangan kapasitas melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha para UMKM perempuan di Gorontalo.

Anggaran Dana Pemerintah terkait Penyelamatan UMKM mencapai Rp123,46 triliun mencakup subsidi bunga, penempatan dana pemerintah untuk restrukturisasi, belanja imbal jasa penjaminan, penjaminan modal kerja, peanggungan PPh final UMKM, dan pembiayaan investasi untuk koperasi.

(AK/Research Associate)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *