Tes Cepat Corona Disegerakan di Jawa Barat

Ada empat kategori yang akan diperiksa.

JAKARTA – Sejumlah pemerintah daerah di Indonesia bersiap melaksanakan rapid tes coronavirus disease 2019 (Covid-19). Persiapan pelaksanaan tes tersebut dilakukan setelah masuknya 150 ribu alat tes cepat dari Cina akhir pekan lalu.

“Kami kebagian seribu test kit,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, kemarin, dilansir Koran Tempo, Selasa (24/3/2020).

Dalam persiapan pelaksanaan tersebut, Ade mengatakan ada empat kategori yang akan diperiksa, yakni orang dalam risiko (ODR), orang dalam pantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP). Kemudian, tes cepat juga menyasar kepada tenaga medis yang berinteraksi dengan ODP dan PDP, seperti dokter dan perawat.

Kata Ade, tes cepat untuk ODR dan ODP akan dilakukan dari pintu ke pintu oleh petugas Dinas Kesehatan. Rapid test untuk PDP akan dilakukan di rumah sakit rujukan Covid-19. Beberapa rumah sakit itu antara lain Rumah Sakit (RS) Umum daerah Cibinong serta RS paru Dr M. Goenawan partowidigdo di Cisarua.

Mengenai waktu penanganan, Bupati Ade belum dapat menjelaskan lebih lanjut. Sebab, pemerintah Kabupaten Bogor masih menunggu kedatangan rapid test kit. “Namun, kami segera melakukan  tes cepat itu saat alat tersebut tiba,” ujarnya.

Sebagai informasi, Jawa Barat akan menggelar tes cepat corona mulai besok. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebutkan bahwa pemeriksaan berlangsung di daerah yang berbatasan dengan Jakarta sebagai episentrum, yaitu Kabupaten Bogor, Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok.

Kemudian, Pemerintah Daerah Jawa Barat juga akan daerah lainnya adalah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, hingga Sumedang. Daerah tersebut dipilih karena memiliki kasus terjangkit lebih banyak dari daerah lainnya.

Ridwan menekankan, tes tersebut tidak ditujukan untuk semua orang. Menurutnya, hal tersebut adalah uji petik untuk mencari peta persebaran wabah corona. rencana Jawa Barat untuk menggelar tes di stadion juga sempat dibatalkan sebelumnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mendapatkan alat pelindung diri (APD) dari Cina. Ada pun jenis APD-nya terdiri dari masker sekali pakai, masker N95, pakaian pelindung, kacamata pelindung, sarung tangan, pembungkus sepatu, dan topi bedah. Harganya berkisar Rp250-850 ribu.

Sejauh ini, pemerintah telah mendapatkan total APD sebanyak 105 ribu unit APD. Dari total jumlah tersebut, DKI Jakarta mendapatkan porsi APD sebanyak 45 ribu unit dengan kisaran kebutuhan APD di Jakarta, 23 Maret 2020, sebanyak seribu unit per hari.

Kemudian, daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali mendapatkan total 40 ribu unit APD. Sementara itu, daerah luar pulau Jawa dan Bali mendapatkan sebanyak 10 ribu unit dengan cadangan 10 ribu unit.

Ada pun urgensi dari pembelian APD ini karena kurangnya fasilitas kesehatan yang mengakibatkan tenaga kesehatan terjangkit virus corona. Total jumlah korban tenaga kesehatan yang terinfeksi sebanyak 32 orang. Satu perawat meninggal, yakni perempuan 37 tahun yang berasal dari Bekasi.

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *