Wabah Virus Corona, Budaya Perilaku Sehat di Sekolah Perlu Diperhatikan

Hingga hari Minggu (26/1), virus corona baru telah menewaskan 56 orang dan menginfeksi ribuan orang.

JAKARTA – Budaya perilaku sehat di sekolah perlu diperhatikan mengingat merebaknya wabah virus corona baru di berbagai belahan dunia.

Pengamat pendidikan dari CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial, Siti Ngaisah, menekankan pentingnya membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah untuk mengantisipasi terjangkitnya wabah tersebut.

“Bagaimana supaya sehat? Meng-Habitus-kan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS),” kata Ai, sapaan akrabnya, dalam opini tertulisnya kepada CIC, Rabu (29/1).

Menurutnya, keberadaan menjaga PHBS di sekolah itu penting. Sebab, ada perkumpulan orang yang cukup lama di tempat itu, sekitar kurang lebih 6-8 jam. Bahkan, sambungnya, ada yang bermukim seperti pemondokan, pesantren, dan sekolah yang menerapkan full day.

Keberadaan anak usia sekolah menurutnya adalah kelompok usia yang cukup rentan penyakit, seperti penyakit fisik berupa flu, batuk, dan thypus; penyakit mental berupa depresi; dan penyakit sosial berupa penyimpangan.

Selain itu, kesehatan juga menjadi salah satu syarat untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa, cakap, dan kreatif menurut tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, sehat dan kesehatan merupakan persyaratan penting,” imbuhnya.

Agar hal tersebut bisa terwujud, Siti menekankan pentingnya komitmen dari pimpinan tiap sekolah, dan juga dukungan semua warga sekolah. Baginya, komitmen bisa dilakukan dengan merancang pembiasaan perilaku hidup sehat.

Bentuk perilaku hidup sehat itu seperti lingkungan, makanan, badan, dan jiwa yang sehat. Ada pun aktivitasnya bisa seperti mencuci tangan dengan sabun; mengkonsumsi buah dan sayur; tidak merokok; dan menggunakan jamban yang bersih dan sehat.

Kemudian, olahraga yang teratur; menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan; serta membuang sampah pada tempatnya.

“Sudahkah (aktivitas perilaku hidup sehat dilakukan.red)? Mari kawal bersama,” pungkasnya.

Corona Mewabah

Sebagai informasi, virus corona baru diduga telah menyebar ke seluruh Cina, bahkan berbagai belahan dunia. Majalah Tempo melaporkan, virus ini terdeteksi muncul pertama kali di Wuhan pada 31 Desember 2019.

Hingga Jumat (23/1), lebih dari 500 orang terinfeksi dan 17 lainnya dilaporkan meninggal. Rinciannya, telah terkonfirmasi sebanyak 571 orang terinfeksi dan 17 orang meninggal di Cina; 4 orang terinfeksi di Thailand; dan 2 orang terinfeksi di Hongkong.

Kemudian, 2 orang terinfeksi di Makau; 1 orang terinfeksi di Jepang; 1 orang terinfeksi di Amerika Serikat; 1 orang terinfeksi di Korea Selatan; dan 1 orang terinfeksi di Taiwan.

Lebih lanjut, laporan Koran Tempo hari Senin (27/1) menyebutkan, pengetatan pengawasan telah dimulai sejak 23 Januari lalu, setelah adanya notice to airmen dunia penerbangan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Hingga hari Minggu (26/1), virus corona baru telah menewaskan 56 orang dan menginfeksi ribuan orang. Di Indonesia, beberapa orang asal Cina sempat dicurigai terjangkit virus corona, seperti di Jakarta, Bali, dan Manado.

Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, merawat tiga orang asal Cina yang diduga terjangkit virus corona. Mereka mengeluh badannya panas dan batuk. Untungnya, dugaan itu hasilnya negatif.

“Mereka kemudian dipulangkan karena negatif. Suhu tubuhnya sudah normal,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, I ketut Sudartana, dalam lansiran Koran Tempo, Senin (27/1).

(Agil Kurniadi/Research Associate)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *